Harap Rindumu

Menjadi biasa, itu luar biasa.

Aku terbiasa bersamamu lalu tidak, itu sungguh menyiksa.

Tak mampu kutepikan.

Nyatanya, rumah hatimu adalah tumpah rinduku.

Berkemah merengsek sumsum, mengibarkan gembira kegelisahan yang membuktikan luka, juga bahagia.
Jika boleh memilih, aku membutuhkan rindu sebagai kata keramat yang keluar dari bibirmu, setiap hari.

Seperti berpuluh malam yang kita pahat dengan nafas surgawi.

Seperti berpuluh malan yang kita pahat dengan warna pelangi.[]
from Dear You by Moeamar Emka

©dilanovia 29012012 01:50


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: