My Heart Said, …..

Jika Anda punya sebuah pertanyaan–pertanyaan besar, dan Anda mencoba mencari jawabannya di hati Anda, apakah Anda menemukan jabawan itu? Anda merasakan sesuatu di hati Anda, apakah Anda yakin apa yang Anda rasa benar-benar jawaban yang tepat?
Jika pertanyaan di atas dilemparkan kepada saya, saya akan menjawab, Ya! Karena saya yakin, hati tidak pernah bohong. Hati merupakan kunci dari segala hal yang benar-benar kita rasakan. Bibir bisa saja berkata bohong. Pikiran bisa saja berkilah ke arah yang kita pikir paling baik, padahal tidak. Tapi hati–tempat kita merasakan segala hal, tidak akan bisa kita bohongi.
Itu yang saya rasakan saat ini. Dulu hati saya meyakini sesuatu. Saya yakin sesuatu itu yang terbaik untuk saya. Sesuatu yang akan membuat saya bahagia pada saat itu dan seterusnya. Sesuatu yang memang saya tunggu-tunggu selama ini. Tapi sekarang, meski bibir dan pikiran saya menyatakan sesuatu itu tetap menjadi yang terbaik untuk saya, hati saya berkata lain!
Seiring berjalannya waktu, dan melihat bagaimana fakta sebenarnya, hati saya meyakini bahwa sesuatu itu bukan yang terbaik untuk saya. Sesuatu yang bukan menjadi pembahagia saya. Sesuatu yang bukan saya tunggu-tunggu selama ini.
Sebenarnya sedih juga merasakan hal yang demikian, karena sebelumnya saya berharap sesuatu itu yang menjadi pilihan yang paling tepat. Tapi, ini masalah hati. Hati yang menentukan segalanya.
Lantas, bagaimana kelanjutannya? Saya juga tidak tahu. Jalani sajalah. Mudah-mudahan sesuatu itu bisa kembali seperti dulu. Sehingga keyakinan saya kepada sesuatu itu bisa kembali lagi.
Di sisi lain, sebenarnya saya juga lelah. Lelah menunggu sesuatu-di ma hati saya menyatakan, Ya! “Ya, Dila, inilah sesuatu itu, sesuatu yang tepat untukmu, sesuatu yang akan membahagiakanmu, sesuatu yang engkau tunggu-tunggu selama ini!”. Ahh, ntah kapan itu.
Anda tahu apa “sesuatu” yang saya maksud? Well, sesuatu yang saya katakan di atas adalah sesosok anak manusia yang akan menjadi pasangan hidup saya kelak. My destiny, My Mr. Right.
Anyway, yang saya perlukan sekarang  hanya menjalani apa yang ada di hadapan saya saat ini. Jangan tanya rasa apa yang saya rasakan sekarang. Cukup saya dan Tuhan yang tahu.[]

©dilanovia 220112 23:08

2 Comments (+add yours?)

  1. Yusuf
    Jan 23, 2012 @ 19:53:57

    Sesuatu sekali….

    Reply

  2. Meliana
    Feb 02, 2012 @ 01:02:53

    aku suka” Sesosok anak manusia yang akan menjadi pasangan hidup saya kelak. My destiny, My Mr. Right.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: