Mantan=Sampah???

Saat saya berjalan menuju parkiran kampus, saya mendengar sekumpulan cewek-cewek yang sedang asyik bercerita. Awalnya saya tidak tahu apa yang mereka obrolkan, tapi setelah jarak saya semakin dekat, saya cukup kaget dengan apa yang mereka perbincangkan. Salah satu dari mereka mengatakan, “buanglah mantan pada tempatnya”. Kalimat itu langsung disusul oleh cewek satunya, “sampah kali yang dibuang pada tempatnya”. Mereka yang berjumlah tiga orang itu pun langsung tertawa bersama, “hahaha”. Ckckck…

Hmm… benarkah mantan itu diibaratkan dengan sampah yang harus dibuang pada tempatnya? Apakah itu tidak terlalu berlebihan (baca: kejam). Bayangkan saja, orang yang dulu pernah kita cintai, kita panggil dia dengan sebutan mami/papi, yang kita sms setiap hari, yang selalu ada di hati bahkan hingga maut mengakhiri. [Huek!] Kemana perginya semua kata-kata manis itu coba?

Memang, sudah banyak kasus yang membuktikan bahwa ‘sang mantan’ sama dengan ‘musuh’ yang teramat sangat dibenci–yang sebisa mungkin di hindari dan harus dilenyapkan dari muka bumi [kejam banget ya?] Maybe, dibalik itu semua pasti ada alasan logis yang membuat pemikiran kita terhadap Ex-BF/GF itu berubah amat drastis. But, come on, tidak ada gunanya juga kan memusuhi mereka? Meski sebuah hubungan itu berakhir gara-gara kesalahannya, dan mungkin membuat kita teramat sangat kecewa, coba deh ambil sisi positif dari kejadian tersebut.

Anggap saja dia merupakan tempat persinggahan sementaramu agar kamu benar-benar menemukan persinggahan terakhir. Kamu juga bisa belajar kan dari kegagalan hubunganmu dengan dia sehingga hubungan yang selanjutnya dapat kamu jalani dengan lebih baik. Itung-itung buat instrospeksi diri juga. O, ya, saya tidak akan lupa dengan pesan salah seorang ex-boyfriend saya. Mungkin juga bisa dijadikan acuan buat kamu yang membaca tulisan ini. Intinya begini, Tuhan mempertemukan orang yang salah terlebih dahulu kepada kita agat kita memahami bahwa menemukan orang yang tepat itu memerlukan sebuah pengorbanan. Selain itu, pertemuan kita dengan o’rang yang salah’ juga dimaksudkan agar kita bersyukur bahwa kelak, dari orang-orang yang salah itu lah kita diantarkan menjumpai orang yang benar-benar tepat untuk kita [baca: Jodoh].🙂

©dilanovia, 221211 2:19

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: