If Only

Mengapa orang-orang akan berubah baik ketika ia mengetahui sesuatu yang buruk sedang/akan menimpanya? Do you know it? For example, mereka yang sedang kesusahan atau tertimpa musibah akan dekat dengan Tuhan-nya sembari memohon agar diberi keringanan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan tersebut. Padahal sebelumnya mereka jauh bahkan lupa dengan Dia. Other examples, meski hanya fiktif, saya rasa ini patut disimak. Film If Only.

You’ll know the story of this movie if u’ve whatched it. Ian (pemeran utama pria) berubah menjadi sangat sayang dan perhatian kepada Samantha (pemeran utama wanita) setelah ia mengalami mimpi buruk, di mana Sam mengalami kecelakaan dan Ian tidak dapat berjumpa dengan wanita itu untuk selama-lamanya. Mimpi tersebut benar-benar begitu nyata, seolah-olah ia mengalami de javu karena pagi harinya cerita yang ada di mimpi Ian memang terjadi meski dengan cara yang sedikit berbeda. Ian tidak mau sesuatu yang paling buruk di mimpinya itu terjadi, yakni Sam kecelakaan dan meninggal dunia. Dengan adanya mimpi itu, Ian yang dulunya lebih mementingkan pekerjaan tiba-tiba berubah sangat perhatian dan sangat menjaga Sam. Ia baru menyadari betapa berharganya wanita itu dalam hidupnya. Ian tidak dapat membayangkan bagaimana ia menjalani hari-harinya tanpa Sam.

Dari penggalan cerita di atas,  makna yang dapat diambil, bahwa kita sering kali tidak menyadari bahwa kita memiliki sesuatu yang sangat berharga. Kita baru menyadarinya ketika sesuatu itu telah jauh bahkan hilang dari hidup kita. Rasa-rasanya hal seperti ini sering kali terjadi. Apakah ini semacam fenomena alam? Jika iya, mengapa kita harus larut dengan hal semacam itu? Betapa banyak penyesalan yang terjadi jika manusia selalu menyia-nyiakan hal terbaik yang ia miliki dan membiarkannya hilang begitu saja? Terlebih jika hal tersebut adalah ‘sesuatu’ yang kita cintai. Orang tua, misalnya. Teman terbaik atau bahkan kekasih. Lantas bagaimana caranya agar kita tidak kehilangan mereka dengan perasaan menyesal? Saya terenyuh dengan perkataan sang sopir taxi dalam filn If Only tersebut. Ia mengatakan, cintai dan hargailah dia dengan segala hal yang kau punya. I Agree with it. Ya, cintai dan hargailah orang-orang yang kita cintai dan mencintai kita dengan segenap hal yang kita miliki.

For me by the way, one thing that can’t to apologize in my live is …. ketika saya kehilangan orang yang saya cintai sementara saya belum bisa menunjukkan betapa saya menyayangi mereka. Semoga itu tidak pernah terjadi…

“Kata orang dalam sebuah hubungan itu ada yang lebih mencintai, kuharap orang itu bukan aku”. -If Only

©dilanovia
27112011 1:15

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: