Euforia Kejayaan ’45

Walau sudah puluhan tahun presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, wafat, hingga saat ini masih saja digunakan sebagai ‘senjata’ dalam pencitraan politik sebuah partai politik. Haruskah demikian? Padahal, saya rasa ideologi antara beliau dan mereka yang menggunakan keharuman namanya cukup jauh berbeda. Apa mereka sudah kehabisan akal untuk menarik simpati rakyat, sampai-sampai menggunakan citra seorang bapak bangsa yang kini hanya tinggal nama?

Saya rasa, jika ingin menjadi seorang pemimpin yang komit untuk memimpin negara ini, gunakan saja jati diri sendiri, jangan dibayangi dengan jati diri orang lain. Jika tidak bisa menjadi sosok pribadi yang kuat, bagaimana bisa memimpin bangsa ini yang notabene-nya memiliki berbagai bentuk ‘jati diri’.

*Foto: Dila
Gambar di atas diambil bertujuan untuk memperjelas isi tulisan,
bukan untuk menjelekkan suatu partai atau golongan tertentu

2 Comments (+add yours?)

  1. biaxident
    Oct 11, 2011 @ 13:55:04

    Jadi ingat kata2 Herman Lantang sahabatnya Soe Hok Gie

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: