The Power of Commitment! Komitmen Itu Penting….

Banyak hubungan yang patah, hilang, dan berganti karena tidak memiliki komitmen.

‘Aku mencintainya karena cara dia memperlakukanku’

‘Aku mencintainya karena dia membuatku merasa bahagia’

‘Aku mencintainya karena dia begitu cantik/tampan’

‘Aku mencintainya karena dia berlutut dengan seikat bunga dan permata’

Orang sering mendasari cinta atas hal-hal yang dianggap indah. It may sound romantic dan melakukan hal tersebut bukan sesuatu hal yang salah. Howover, suatu hal yang lebih romantis itu bahkan sering kita lihat dari orang-orang yang ada di film, with us eating popcorn and shush-ing rude people.

Jarang dari mereka (dan mungkin kita sendiri) berfikir:

‘Aku mencintainya karena cara dia memperlakukanku’

►Apa yang terjadi jika dia berhenti memperlakukanmu seperti itu?

‘Aku mencintainya karena dia membuatku merasa bahagia’

►Lalu, apa jadinya jika dia berhenti membuatmu merasakan hal tersebut?

‘Aku mencintainya karena dia begitu cantik/tampan’

►Tiga minggu kemudian, sebuah truk menabraknya! -_-!

‘Aku mencintainya karena dia berlutut dengan seikat bunga dan permata’

►Di luar dugaan, dia bangkrut sehingga dia tidak bisa membelikannmu bunga dan permata lagi.

Jarang ada yang mengatakan:

‘Saya sayang dia karena saya ingin menyayanginya’

Itulah komitmen. Komitmen adalah sumber kekuatan, bukan sesuatu yang justru membuat orang takut untuk menghadapinya.

Komitmen adalah sumber kekuatan bagi sepasang suami istri untuk pergi jauh melihat baik dan buruknya pasangan mereka. Menerima dia ketika cantik/tampan dan menerima juga mana kala dia sedang menguap dengan jeleknya saat bangun pagi.

Komitmen adalah sumber kekuatan bagi seorang suami ketika mengetahui seorang wanita lain mengajaknya berselingkuh dan ia lebih memilih pulang ke rumah untuk makan malam bersama istri dan berbagi kisah sambil tertawa.

Komitmen adalah sumber kekuatan bagi seorang istri ketika melihat pacar pertama yang dulu sangat ia cintai kembali dengan menjanjikan harta dan kebahagiaan yang lebih dari apa yang telah diberikan oleh suami mereka. Namun, ia tetap menjadi istri yang setia dalam suka maupun duka untuk suaminya.

Sebuah makhluk bernama komitmen-lah yang membuat seorang bapak tidak malu kepada rekan kerjanya dan berkata, ‘Kenalkan ini anak saya, dia sedang melakukan proses rehabilitasi… and i’m proud of him.’

Saya yakin sang anak akan menitikkan air mata karena betapa banyak orang tua yang marah, malu, dan mengekpresikan kemarahannya itu dengan menampar sang anak. Padahal, jika dirunut ke awal, banyak anak yang menjadi pecandu justru kerena kurangnya perhatian dari orang tua mereka.

Apa yang kurang dari awal?

Komitmen memberi perhatian

Komitmen menjadi orang tua

Sebagian dari kita mungkin ada yang mencintai karena keadaan sesat. Karena dia baik, karena dia pintar, even karena dia kaya! Tidak pernah terfikir apa jadinya kalau dia mendadak jahat, mendadak tidak sepintar dulu, atau mendadak miskin!

Akankah kamu masih mencintainya?

Itulah mengapa kamu membutuhkan komitmen

Jangan mencintai seseorang karena apa, bagaimana, atau siapa mereka

DARI SEKARANG

Mulailah mencitai seseorang

KARENA KAMU INGIN MENCINTAINYA

‘I LOVE YOU…. BECAUSE I WANT TO,’

THAT’S A POWERFUL SENTENCE, RIGHT THERE

^_^

1 Comment (+add yours?)

  1. Trackback: Sampai Mana Batas Sebuah Komitmen? « tulisandila

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: