July15, I’ve Accident

Ngga nyangka sore itu sore yang naas bagi saya. Saya seneng sore itu hujan turun. Pulang kantor, gerimis-gerimis, saya sengaja bawa motor pelan-pelan sambil denger musik lewat aerphone. Ngga pernah rasanya saya bawa motor sepelan itu. Tapi saat di jalan Arengka II gerimisnya cukup deras. Saya pun memacu motor saya, ngebut banget. Firasat saya saat itu mulai ngga enak. Di depan saya ada lubang besar yang cukup dalam. Saya benar-benar tidak tahu. Saya pun hilang kendali. Ngerem pun tidak bisa lagi. Saya jatuh terhempas. Sialnya lagi, pengguna jalan yang berada di belakang saya juga ikut menabrak saya, soalnya dia juga lumayan kencang. Jadi tabrakan beruntun. Sakitnya minta ampun. Tubuh saya terseret dan kaki kiri saya terhimpit motor cowok itu. Motornya tiger pula. Sangat-sangat sakit😦

Saat itu juga cowo itu langsung mengangkat saya ke pembatas jalan. Yang saya denger dia takut truk atau kendaraan lain yang saat itu juga lagi kencang juga menabrak kami. Saya masih ingat saat itu. Orang langsung mengerumuni saya. Untungnya orang- orang yang menolong saya sangat baik. Ada dua orang, pengguna jalan juga, laki-laki dan perempuan, mereka yang menyelamatkan barang-barang saya, laptop yang saat itu jatuh terhempas, handphone, tas, dan motor saya.

Saya hanya bisa mengaduh kesakitan. Mereka yang di sana juga bingung. Akhirnya saya di bawa ke salah satu rumah masyarakat dekat sana. Mereka menggotong saya. Saya sama sekali ngga bisa jalan. Jangankan jalan, duduk pun ngga bisa.

Tiba di rumah itu, saya dikasih air minum. Mereka juga menanyakan nomor handphone yang bisa dihubungi. Antara setengah sadar saya sebut ayah saya. Mereka pun menghubunginya. Ngga lama setelah itu saya di bawa keklinik terrdekat. Saat itu saya juga harus menunggu karena saya tidak bisa dibawa pake motor. Akhirnya orang-orang di sana menghentikan mobil yang lewat di jalan itu. Ada salah satu mobil yang berhenti. Saya pun digotong lagi masuk ke mobil itu. Untuk memasukkan saya ke mobil itu saja mereka sangat kesusahan. Badan saya sakit semua. Salah pegang saya langsung menjerit kesakitan. Untungnya mereka baik sekali. Sangat-sangat sabar.
Saya dibawa ke klik Herlinda, Jl. HR. Soebrantas. Saya langsung dibawa ke tempat tidur. Luka di kaki kiri, dan siku kanan kiri langsung dibersihkan. Mereka harus menggunting celana saya karena celana saya robek-robek. Ya Allah, ntah kenapa ini bisa terjadi.

Saya denger orang-orang itu bilang kulit kaki saya banyak yang hilang. Mereka tidak bisa menangani saya di tempat mereka. Mereka hanya bisa melakukan pertolongan pertama. Saya harus di rujuk ke rumah sakit. Tulang tangan saya pun kata mereka bergeser. Harus segera di ronsen. Ntah lah, saya tidak sanggup lagi mendengarnya, yang saya rasakan hanya sakit.😦

Ngga lama ayah saya pun datang. Saya lihat ayah saya sedih sekali. Terlebih saat itu saya minta maaf dengannya. Dia langsung menggenggam tangan saya. Ntah kenapa kata-kata itu keluar dari mulut saya. Ayah sampai-sampai hampir menangis mendengarnya.
Ngga lama setelah itu ibu dan om saya pun datang. Membawa baju ganti untuk saya. Ya, semua baju saya basah kuyup. Saya menggigil kedinginan. Perlahan-lahan ibu mengganti baju saya. Sedikit saya merasa nyaman.
Saya dengar bidan, ayah, ibu, dan om saya mendiskusikan ke rumah sakit mana saya akan di rujuk. Bidan menyuruh ke rumah sakit umum, sedangkan ayah, ibu, dan om memilih RS. Santa Maria atau RS. Ibnu Sina.

Namun, saat itu om saya berinisiatif membawa saya ke tukang obat tradisional kenalannya untuk memastikan bagian tubuh mana yang memang harus diperiksa ke dokter dan mana yang bisa disembuhkan dengan pengobatan tradisional. Akhirnya orang tua saya juga sepakat. Lagi-lagi saya digotong ke mobil dan dibawa ke tempat pengobatan itu.

Oya, cowo yang juga terjatuh itu memar dibagian lutut. Lututnya bengkak. Overall dia ngga apa-apa. Yang saya ingat dia minta maaf sama saya. Dia juga meminta nomor handphone ayah saya. Selanjutnya saya tidak tau. Mungkin dia pulang. Begitu juga orang-orang yang menolong saya. Saya sangat-sangat berterima kasih kepada mereka. Namun, saya tidak sempat mengucapkannya.
Lanjut, akhirnya saya tiba di rumah pengobatan itu. Saya diurut sama bapak-bapak itu. Dia bilang tulang saya ngga ada yang patah atau bergeser. Masih baik-baik saja. Namun memang ada beberapa memar dan darah beku yang harus segera di obati. Dia mengurut saya hingga tiga kali. Akhirnya tangan dan kaki saya yang awalnya tidak bisa bergerak sama sekali sudah bisa digerakkan. Syukurlah.
Kami pulang jam setengah sepuluh malam dari rumah bapak itu. Pulangnya saya masih harus di gotong lagi ke mobil. Walau kaki sudah bisa sedikit di gerakkan, saya masih belum bisa berdiri.

Untuk kaki saya yang luka, orang tua memanggil pak de saya, dia seorang mantri ata apa saya juga kurang tahu. Siang tadi dia datang ke rumah. Dia membuka perban kaki saya yang dipasang oleh bidan di klinik tadi malam. Pas dia buka, sakitnya minta ampun. Soalnya perban diluka saya itu kering, jadi lengket di luka itu. Dia bilang seharusnya tidak diperban. Dia juga bilang ada dua bagian di dekat mata kaki kiri saya yang dagingnya ngga ada, dan beberapa memar, tapi itu akan sembuh dalan beberapa waktu. Terakhir saya disuntik antibiotik. Kaki saya sekarang tidak diperban lagi. Ngga boleh sama pak de. Saya bisa melihat luka saya. Tapi saya tidak berani terlalu memperhatikan. Hanya sekilas. Ya, Allah, mengerikan sekali.

Sekarang saya hanya bisa terbaring di kamar. Saya juga harus cuti kerja dan menghentikan segala kegiatan. Padahal banyak sekali yang harus saya kerjakan😦

Hmm.. ntah bagaimana kabar si merah. Kata adik saya bannya bocor, boardnya patah,dan bodynya lecet😦 Kasian dia.
Jangan sampai ini terulang lagi. Saya ngga mau merepotkan keluarga. Saya ngga mau melihat ayah dan ibu menangis😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: