Teknik Pengambilan Sampel (Sampling Teknik)

Jenis-jenis Teknik Sampling, Cara Kerja, & Mengukur Sampling Error

 Tulisan ini membahas tentang teknik pengambilan sampel. Dalam tulisan ini, penulis memfokuskan tentang jenis-jenis teknik pengambilan sampel, bagaimana prosedur dari masing-masing teknik tersebut, dan bagaimana mengukur kesalahan sampel (sampling error).

Dalam melakukan sampling teknik, ada beberapa pengertian yang perlu diketahui, yaitu:

  • Populasi, merupakan keseluruhan objek yang akan/ingin diteliti. Anggota populasi dapat berupa benda hidup maupun benda mati, dimana sifat-sifat yang ada padanya dapat diukur atau diamati. Populasi yang tidak pernah diketahui dengan pasti jumlahnya disebut Populasi Infinit atau tak terbatas, dan populasi yang jumlahnya diketahui dengan pasti (populasi yang dapat diberi nomor identifikasi) disebut Populasi Finit.[1]
  • Sampel, merupakan bagian dari populasi yang menjadi objek penelitian (sampel sendiri secara harfiah berarti contoh). Hasil pengukuran atau karakteristik dari sampel disebut “statistik”. Alasan perlunya pengambilan sampel adalah sebagai berikut :
    • Keterbatasan waktu, tenaga dan biaya;
    • Lebih cepat dan lebih mudah;
    • Memberi informasi yang lebih banyak dan dalam;
    • Dapat ditangani lebih teliti.[2]

Secara umum, ada dua jenis teknik pengambilan sampel yaitu,


[1] Dikutip dari Rozaini Nasution, 2003. Teknik Sampling. Diakses dari USU digital library:  library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-rozaini.pdf. (19/04), hlm. 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: