Sebuah Akhir

Enam hari sudah saya putus dengan dia. Semua di luar dugaan. Saya kira dia akan mempertahankan hubungan ini, ternyata tidak. Dia bilang dia sayang sama saya, tapi waktu kami putus dia cuma bilang “owh, kalau itu yang terbaik ya mau gimana lagi”. Itukah kata-kata yang keluar dari mulut seorang pria yang mengaku menyayangi pacarnya? Mempertahankan sedikit pun tidak.

By the way, malam minggu kemarin dia sms, isinya “keluarga kecewa karena hubungan kita berakhir”. What?? Jujur, saya sedikit aneh membacanya. It’s imposible! Lebay banget. Gimana mungkin keluarganya kecewa gara-gara hubungan kami berakhir. Seistimewa apa sih saya di mata keluarganya? Ketemu keluarganya saja baru satu kali. i’m not a child who you can lie with your word.

Well, Mungkin penilaian pertama  saya dulu terhadap dia memang benar ……………..

bubbye

i won’t forget about you and us

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: