Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012, Tantangan Baru Untuk Mahasiswa

Nah, 2012 mendatang Pekanbaru menjadi tuan rumah PON. Buat kamu, khususnya mahasiswa yang penasaran bagaimana cara bergabung dalam kepanitiaan PON dan bagaimana mencari lapangan pekerjaan pada PON mendatang, simak wawancara saya dengan Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Pekanbaru (Ipemaru), Zahzul Fauzi.

  • Apa saja peranan mahasiswa pada PON 2012?

Sebenarnya kalau kita berbicara tentang PON, inikan merupakan sebuah even nasional yang diadakan oleh negara. Setiap propinsi akan mengutus atlet-atlet terbaik mereka untuk bertanding di kancah nasional. Riau selaku tuan rumah PON merupakan suatu wadah untuk mengembangkan seluruh potensi-potensi masyarakat Riau. Potensi itu meliputi adanya potensi wiraswasta, pengembangan usaha, pendalaman mengenai pendidikan di bidang olahraga.

Selanjutnya, hal ini merupakan sebuah kesempatan untuk bisa menggali sumber daya manusia dan kreatifitas mahasiswa. Keterlibatan mahasiswa di dalam pelaksanaan PON 2012 ini sangat memberikan kontribusi yang sangat berarti, artinya bahwa dengan adanya PON mahasiswa bisa dilibatkan menjadi salah satu pekerja, setidaknya bisa menambah pemasukan baik dari segi finansial maupun pengalaman.

Dengan adanya PON diharapkan kepada masyarakat dan mahasiswa untuk mengembangkan industir-industri yang ada. Seperti percetakan baju, buat banner-banner. Nah, dengan adanya mahasiswa yang kreatif, besok, pasca PON, mahasiswa bisa meneruskan usaha ini ke depan sehingga justru dengan adanya PON ini tidak menutup lapangan pekerjaan sehingga tidak menjadikan mahasiswa itu manja, adanya tantangan baru bagi mahasiswa untuk lebih kreatif.

  • Bagaimana cara mahasiswa untuk dapat bergabung dalam kegiatan PON 2012 ini?

Dalam  ketentuan PON tersebut ada strukturalisasinya, seperti Dewan Penasihat, Ketua, Ketua I, II, III, IV,V hingga kebawah, semua itu jelas. Contohnya ketua IV membawahi bidang informasi dan telekomunikasi. Biasanya dalam ketentuan seperti ini PON membutuhkan tenaga kerja, tenaga kerja itu diperoleh dari orang-orang di luar lingkungan pegawai negeri sipil, contohnya seperti elemen masyarakat atau mahasiswa.

Sekarang itu, yang belum saya ketahui apakah penjaringan seleksi pekerja itu dibuka secara umum atau terselubung, close rekruitment atau open rekruitment. Jika nantinya dilakukan secara open rekruitment, mahasiswa bisa berpotensi untuk mendapatkan ladang pekerjaan itu. Kalau saya pribadi, lebih setuju perekrutan pekerja PON ini dilakukan secara terbuka, jangan secara tertutup karena untuk mencegah terjadinya nepotisme. Selain itu bisa memunculkan profesionalitas dalam bekerja.

Selain itu, untuk perekrutan, mahasiswa juga bisa bertanya ke KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), tanyakan apakah ada perekrutan untuk pekerja-pekerja PON dari kalangan mahasiswa. Karena even nasional ini harus dilakukan oleh anak-anak negeri, tujuannya adalah untuk meningkatkan kreatifitas kita. Silahkan datang ke KONI, diskusikan bersama mereka.

  • Jika perekrutan ini dilakukan secara terbuka, kapan perekrutan tersebut dilakukan?

Jika perekrutan ini dilakukan secara terbuka, diperkirakan bulan depan sudah di mulai.

  • Berapa persentasi antara masyarakat dan mahasiswa yang akan ditarik menjadi pekerja?

Untuk persentasi antara masyarakat dan mahasiswa yang akan terlibat dalam PON ini kita tidak bisa persentasikan. Tergantung dari seleksi yang dilakukan. Yang saya khawatirkan jika mahasiswa yang bekerja di PON ini, kuliahnya akan terganggu. Karena waktu kerjanya bisa saja 24 jam. Kita tidak bisa bekerja part time. Ada yang part time namun pada bidang tertentu pula.

  • Jika mahasiswa menjadi pekerja, apa saja pekerjaan yang akan dilakukan?

Tergantung dari bidang masing-masing. Misalnya seorang mahasiswa berada pada bidang logistik, mahasiswa itu harus menyediakan hal-hal yang berhubungan dengan logistik, seperti makanan dan lain-lain. Kalau ada mahasiswa berada pada bidang IT, mungkin dia hanya berada disuatu tempat untuk mengoperasikan komputer, tapi jika ada mahasiswa yang bekerja di bagian lapangan, tentunya pekerjaan ini akan lebih banyak gerak.

  • Apakah para pekerja tersebut diberi insentif?

Jelas. Gaji mereka di atas UMR (Upah Minimum Regional) sudah pasti. Kemudian uang makan kemungkinan ditanggung tapi tidak sepenuhnya, dan jika ada kerja tambahan, seperti lembur, tentu upahnya juga akan bertambah.

  • Bagaimana jika nantinya ada mahasiswa yang tidak profesional sebagai pekerja PON karena alasan kuliah?

Selaku mahasiswa, karena mereka banyak kesibukan edukasi dan tidak mau meninggalkannya, lebih baik tidak usah bekerja, berarti mereka tidak siap menerima resiko yang ada. Nah, kalau seperti itu polanya, lebih baik tidak perlu menjadi pekerja. Tapi, menurut saya, menjadi pekerja boleh-boleh saja, namun lebih baik seorang mahasiswa itu lebih mengedepankan wirausahanya, dimana mereka bisa memperoleh keuntungan dari jasa perdagangan yang dia lakukan untuk PON daripada mereka harus memakan gaji dari panitia PON.

Misalnya, anak-anak komunikasi membuat sebuh karikatur yang diperjual belikan, akan jauh lebih bagus, lebih banyak mendapat keuntungan. Karena diperkirakan besok 2012 itu akan datang 20.000 orang dari pelosok tanah air. Tidak mungkin mereka setelah datang kesini tidak bawa oleh-oleh, jadi bagusnya kita tingkatkan kreatifitas kita disana.

  • Bagaimana dengan struktur panitia PON? Apakah sudah ada?

Untuk struktur sudah ada, namun untuk anggota belum ada, karena rekruitmentnya belum dilakukan. Yang jelas, pejabat dan pegawai pemprov dan pemko pasti digunakan secara maksimal, namun tentu dibutuhkan tenaga tambahan seperti mempersiapkan peralatan atlet, tenaga untuk mengambil bola, dan sebagainya. Diperkirakan ribuan tenaga kerja akan dibutuhkan dalam PON selama kegiatan PON ini berjalan.

  • Untuk Ipemaru (Ikatan Pelajar Mahasiswa Pekanabaru) sendiri, apa saja langkah-langkah yang dilakukan untuk PON ini?

Mempersiapkan tenaga-tenaga profesional agar teman-teman Ipemaru bisa ikut dalam panitia. Namun, terlepas dari itu semua, kita sebagai organisasi yang independen, membuka ruang untuk menciptakan bagaimana Ipemaru membuka usaha sendiri, seperti menjual merchandise. Saya lebih setuju seperti itu.

  • Bagaimana menurut Anda jika PON ini hanya merekrut sedikit tenaga mahasiswa?

Selaku akademisi seharusnya kita tidak memikirkan peran secara real, justru kita harus mengkaji sejauh mana PON ini  bisa memberikan dampak untuk kehidupan bermasyarakat. Jangan jadikan PON ini sebagai ajang gagah-gagahan saja. Justru dengan adanya PON kita mencoba untuk menelaah kembali apa pengaruh dari PON ini terhadap masyarakat, itulah yang harus dikaji oleh mahasiswa.

Kita juga bisa memberikan rekomendasi. Mengusulkan tenaga kerja itu dari mahasiswa dan masyarakat agar PON ini tidak tertutup hanya di lingkungan Pemda dan Pemprov saja. Mahasiswa juga harus mengontrol, apakah kebijakan pemerintah itu mengarah dan menguntungkan masyarakat atau justru hanya sebatas acara seremonial biasa.

  • Bagaimana menurut Anda dengan informasi dan publikasi PON?

Mengenai informasi dan publikasi, menurut saya lebih digiatkan lagi. Jangan jadikan PON ini sebuah pesta rakyat di kalangan elit menengah ke atas saja, tapi jadikan ini sebuah pesta rakyat yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, jadi di dalam masyarakat tidak terjadi kesenjangan. Sebaiknya pemerintah membangun sebuah monumen, seperti, ‘PON 200 hari lagi’, besoknya ‘PON ke 199 hari lagi’, dan seterusnya. Sosialisasinya menurut saya juga lamban. Seharusnya sosialisasi harus lebih digalakkan lagi.

  • Mengenai sosialisasi, menurut pandangan Anda, apakah mahasiswa sudah banyak yang mengetahui tentang kegiatan PON ini?

Menurut saya banyak mahasiswa yang belum tahu. Padahal kegiatan ini tinggal setahun lagi.

  • Bagaimana harapan Anda terhadap PON ini?

Harapan saya selaku mahasiswa, dengan adanya kegiatan ini, kreatifitas mahasiswa dapat berkembang. Dengan cara melibatkan mahasiswa di dalam PON tersebut. Selaku ketua Ipemaru, saya mengharapkan bahwa, PON ini menjadi tantangan baru untuk dapat menjadi orang-orang yang produktif, jangan mau menjadi orang-orang yang konsumtif. Sehingga jika kita menamatkan di banguku perkuliahan ini, kita bisa menjadi seorang wirausaha yang baik.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: