Meraup Rupiah dengan Jangkrik

Hewan bernama jangkrik  lebih banyak dikenal sebagai salah satu bahan pakan ternak seperti ayam atau untuk umpan pancingan. Namun, siapa sangka hewan yang termasuk ke dalam kelompok serangga ini disulap oleh seorang wanita tua menjadi berbagai jenis makanan dan obat-obatan yang bermanfaat bagi manusia dan dapat menjadi peluang usaha baru yang patut dilirik


Jangrik sebagai konsumsi mungkin tak pernah terfikirkan oleh masyarakat. Padahal Jangkrik yang ternyata memiliki kandungan protein tiga kali lipat dari kandungan daging ayam, sapi dan udang. Jangkrik juga mengandung protein omega 3, omega 6 dan omega 9 yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Selain itu, konsumsi jangkrik dipercaya dapat menambah stamina tubuh, menambah gairah seksual, serta mampu menunda menopause bagi wanita.

Berbeda halnya dengan Sri. Umur boleh tua, namun semangat wanita yang satu ini patut dibanggakan. Bermula ketika pensiun di tahun 1998, wanita yang bernama lengkap Sri Rahayu ini harus memutar otak bagaimana mensiasati penghasilan yang semakin berkurang namun kebutuhan semakin bertambah terlebih saat itu di Indonesia sedang mengalami krisis moneter. ‘’Saya harus tetap menyambung hidup, kalau pensiun itu penghasilan berkurang tapi kebutuhan tidak berkurang’’, ujarnya.

Berawal dari pemberian buku tentang cara beternak jangkrik oleh salah seorang rekannya, tahun 1998 silam dirinya tertarik membudidayakan jangkrik. Sri lantas membeli 300 ekor jangkrik betina dan 100 ekor jangkrik jantan. Harganya waktu itu Rp 25 per ekor. Selanjutnya ia pun diperkenalkan dengan salah seorang peternak jangkrik dan mengajaknya untuk mendirikan himpunan peternak jangkrik. ‘’Saya tidak mengira kalau di Pekanbaru juga ada masayrakat yang membudidayakan jangkrik. Saat itu ada pertemuan di sebuah hotel dan saya diperkenalkan dengan seorang peternak jangkrik tamatan Universitas Riau. Saya diajak bertemu dan diajak mendirikan himpunan peternak jangkrik dan saya pun dipercayakan untuk menjabat menjadi sekretaris’’, ceritanya panjang lebar.

Tak berakhir disana. Saat panen jangkrik tiba, Sri sendiri bingung mau diapakan jangkrik-jangkrik tersebut. Atas idenya, ia pun mengoreng jangkrik tersebut dan pada saat dicoba ternyata rasanya gurih seperti udang. ‘’Saya bagi-bagi goreng jangkrik tadi ke peternak yang saat itu sekitar 15 orang, tidak ada satupun yang mau. Ada satu orang yang penasaran lalu mencobanya dan ternyata enak, maka semuanya pun ikut mencoba dan mereka suka’’, ungkap Sri.

Berawal dari coba-coba inilah Sri mulai mengembangkan usahanya. Di tahun 2000 silam, ia pun mencoba membuat kapsul jangkrik. Kapsul tersebut dijual seharga Rp 100.000 per botol dengan isi 50 butir kasul. Beratnya 500 miligram. ‘’Karena jumlah jangkriknya banyak dan saya bingung mau diapakan, akhrirnya jangkrik itu saya tepungkan dan saya buat dalam bentuk kapsul. Dengan buatan inilah di Riau ini saya langsung dikenal dan dibawa ke Singapura untuk mengikuti seminar. Namun sayang, hingga 2008 produk ini tidak mendapat izin dari BPOM karena mereka tidak mengizinkan obat-obatan yang berasal dari hewan, yang boleh itu dari herbal. Karena manfaatnya sesuai penelitian bagus, saya menjual kapsul ini pada saat seminar atau dari mulut ke mulut’’, ujarnya Sri panjang lebar.

‘’Sampai saat ini semua izin produksi kapsul ini telah saya penuhi, baik izin propinsi Riau, pendaftran merk, semuanya sudah ada, namun izin edar dari badan POM saja yang belum’’, lanjutnya.

Sri Rahayu dan Jangkrik-jangkriknya

Di tahun 2008, anak tunggal kelahiran 69 tahun silam ini pun kembali melakukan kreasi dengan membuat peyek jangkrik. Tak disangka, peminatnya membeludak. Dalam sebulan, Sri bisa menghasilkan 15 kilo peyek yang dijual seharga Rp 60.000 per kilo. Setelah sukses dengan peyek jangkrik, Sri lantas berinovasi membuat rendang jangkrik. Lantas, muncul pula balado jangkrik yang harganya Rp 80.000 per kilo. Ada juga biskuit jangkrik yang dijual dengan harga Rp 60.000 per kilo. Produknya ini pun dijual diberbagai pusat perbelanjaan yang ada di Pekanbaru. Dari hasil jualan jangrik yang wilayah pasar utamanya masih sekitar Riau saja, wanita asal Madiun ini bisa mendapat penghasilan kurang lebih Rp 3 juta per bulannya. Padahal. Omzetnya masih kecil, kurang lebih tiga juta per bulan bahkan kurang. Tapi sekrang agak lumayan, karena ada sebuah salon yang mensuply kapsul jangkrik dengan saya’’, ujarnya.

Wanita tiga anak ini pun yakin bahwa bisnis yang ia jalankan ini merupakan bisnis tanpa saingin. ‘’Saya berani mengatakan bahwa olahan jangkrik ini satu-satunya di Indonesia’’, ujanrnya enteng. Selain menjalani usaha ini bersama keluarga, ia pun dibina oleh beberapa dinas yang ada di Pekanbaru seperti Dinas Peternakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Koperasi. Lembaga-lembaga pemerintah inilah yang memberikan pengarahan kepada Sri serta membawa usahanya ini jika ada pameran baik yang diadakan di tingkat I maupun tingkat II. Dari kegiatan itulah Sri juga mempromosikan produk-produk buatannya dengan memberikan brosur atau kartu nama.

Lantaran unik, produk Sri sering dilirik oleh stasiun TV nasional, RRI, serta surat kabar, dan bahkan ia pernah mendapat kesempatan pameran ke luar negeri sebagai produk unggulan Provini Riau. Misalkan saja ke Korea Selatan, Taiwan dan Singapura. ‘’Makanya mahasiswa sekarang harus pintar-pintar bahasa inggris. Saya tidak pandai bahasa Inggris, jadi saat bertemu dengan orang-orang asing di negara itu terpaksa saya panggil kawan yang mengerti bahasa inggris’’, kekehnya.

Mengenai tanggapan dari keluarga, Sri mengakui bahwa ia mendapat tanggapan positif dari suami dan anak-anaknya. ‘’Suami saya mendukung karena usahanya juga bagus, anak-anak pun mendukung, namun mereka belum tertarik untuk melanjutkan usaha ini’’, aku wanita tiga putra ini. Tanggapan positif dari tetangganya pun bermunculan. Namun, mereka tetap masih enggan untuk mengkonsumsi makanan dari olahan jangkrik ini. ‘’Tanggapan mereka positif, tapi untuk mencoba itu mereka masih geli, yang namanya geli itukan nggak bisa dipaksa’’.

Tak hanya menjual berbagai produk jangkriknya, Sri memiliki keingin untuk mencerdaskan masyarakat. ‘’Riau ini penduduknya lima puluh satu persen tidak tamat SD. Kalau sudah tidak tamat SD otomatis rakyatnya bodoh. Mungkin saja hal ini disebabkan oleh kemiskinan. Kalau orang-orang miskin tentu sangat jarang bisa mengkonsumsi ayam atau daging. Untuk menanggulangi hal itu, saya punya cita-cita bagaimana orang yang kurang beruntung itu bisa beternak jangkrik. Tidak usah banyak-banyak, cukup satu kotak saja. Oleh karena itu dengan adanya mengkonsumsi jangrik, generasi yang akan datang bisa lebih cerdas. Namun sayang, sampai hari ini orang masih geli memakan jangrik, walaupun sudah dinyatakan jangkrik itu halal’’, ungkap Sri.

Saat ditanyakan mengenai cita-cita, wanita yang menamatkan kuliahnya di Universitas Riau tahun 1984 ini menginginkan bagaimana hidup tidak miskin. ‘’Miskin itu tidak enak. Makanya orang-orang miskin tak ajak beternak jangkrik biar tidak miskin, biar anak-anak mereka pinter’’, ujar wanita ini dengan mendok Jawanya.

Usai wawancara, tidak lupa, foto-foto🙂

***

5 Comments (+add yours?)

  1. ira
    Dec 07, 2011 @ 15:00:55

    skrng suami saya jg lg ternak jangkrik limayan ad 6 kotak.. hari ini baru panen..lumayan dpt 6 tampah..sama suami saya mau dijadikan tepung..tapi saya penasaran pengin buat peyek jangkrik..ap ad yng mau/doyan disekitrar perumahan saya?

    Reply

    • dilanovia
      Dec 12, 2011 @ 08:47:23

      wah.. bagus sekali tuh.. Semoga sukses y
      kalo peyrk jangkrik, coba aja buat dalam porsi kecil dulu terus dipromosiin. Saya rasa banyak yang suka soalny peyek jangkrik itu enak, bikin nagih..

      Reply

  2. roy
    Jan 02, 2012 @ 23:54:31

    alamat dipekanbarunya dimana bu, saya tertarik , saya tinggal dipekanbaru mohon di emailkan atau dismskan 08197633330

    Reply

    • dilanovia
      Jan 03, 2012 @ 13:38:43

      saya tinggal d jalan karya bakti Panam
      maaf, untuk apa alamat saya?
      saya bukan peternak jangkri, itu adalah artikelsaya untuk pemberitaan di media

      Reply

  3. AbbLou DiLah
    Jul 24, 2016 @ 05:55:06

    Ibu sri ,
    Saya mau pesen kapsul jangkriknya dong …
    Gmn cara nya ya ..
    Tolong info nya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: