D’masiv, Ciptakan Karya Lewat Pengalaman

D’masiv, band asal Jakarta empat tahun lalu  yang beranggotakan Rian (vokal), Riki (gitar), Rama (gitar), Rai (bass), dan Wahyu (drum)  ini beberapa waktu lalu kembali menyambangi  kota Pekanbaru dalam suatu ajang pencarian bakat sebuah  produk. Simak wawancara saya  bersama band yang terkenal setelah memenangkan A Mild Live Wanted  ini

  • Adakah peristiwa yang paling berkesan selama perjalanan d’masiv dalam menempuh karir hingga  bisa seperti sekarang ini?

Selama ini, di manapun kita manggung semuanya merupakan pengalaman yang paling berkesan dan menyenangkan. Soalnya kita selalu bertemu dengan orang-orang baru yang selalu apresiatif  kalau kita manggung.

  • Selama ini masih ada kota yang belum pernah d’masiv kunjungi buat manggung nggak?

Kalo kota-kota besar semuanya udah pernah ya, yang belum sih kota-kota kecil.

  • By the way, para personil d’masiv pernah kuliah nggak?

Wah, kita pada putus sekolah, hehe… Ya, kita belum sempat melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. Pengen sih, tapi karena kesibukan kita dalam bermusik ya kita tunda dulu.

  • Sekarang ini banyak berdatangan penyanyi baru namun dengan kualitas suara yang pas-pasan, bagaimana d’masiv menanggapi hal tersebut?

Menurut kita kalau mereka punya bakat nanyi, ya salurin aja, itu sih tergantung orang-orang yang dengerin suara mereka juga. Lagian rejeki itu masing-masing,  jadi ya no probem lah.

  • Sekarang ini banyak bermunculan band-band baru, pernah kepikiran takut bakal disaingi nggak?

Iya nih, kita takut banget, hahaha… Ya, kalau memang ada band-band baru yang bagus, hal itu bukan menjadi suatu penghambat, itu malah menjadi motivasi buat kita agar kita bisa berkreasi dan terus menghasilkan karya-karya  yang bagus.

  • Band apa yang selama ini menjadi inspirasi buat d’masiv?

Slank dan Gigi. Kedua band itu menjadi inspirasi buat kita karena sama-sama kita ketahui bahwa band tersebut berdiri udah lama banget namun sampai sekarang mereka masih dapat mempertahankan band mereka dengan karya-karya bagus meraka. Selain itu kita juga terinspirasi sama band manca seperti The Bittles.

  • d’masiv pernah dicap sebagai plagiat, bagaimana d’masiv menanggapi hal tersebut?

Bagi kami itu semua merupakan masukan. Hal itu pertanda bahwa banyak orang-orang yang perhatian sama d’masiv.

Ya, jadi harus didengerin dan hal itu juga nggak nurunin semangat kita kok. Lagian dengan adanya berita tersebut orang-orang yang dengerin d’masiv bukannya sedikit tapi malah tambah banyak.

  • Any way, Pernah ada probelem gitu nggak di antara personil d’masiv? Trus bagaimana kalian menanggapinya?

Biasanya kami bacok-bacokan, hahaha…. Nggak sih, kalo salah faham atau beda pendapat dalam latihan gitu ada. Ya, yang pastinya saling dengerin dan saling menghargai pendapat satu sama lain aja.

  • Apa nih target d’masiv buat kedepan?

Kita berharap semuanya lancar-lancar aja. Selain itu kita juga pengen manggung di luar negeri.

  • Kasih tips donk buat anak-anak band Pekanbaru agar bisa menjadi band bertaraf nasional seperti d’masiv sekarang

Hmm.. Apa ya?  Rajin menabung, rajin menyiram bunga, hahaha… Ya, yang pastinya banyak-banyak latihan, ciptain kreasi-kreasi bagus, sering manggung, banyakin pengalaman juga. Jangan berharap kita bakal dikenal orang kalo pengalaman kita masih sedikit. Kalo jam terbang kita udah tinggi, job buat kita bakal datang dengan sendirinya. Hal yang paling penting adalah satu visi dan misi di antara personil.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: