Penilaian Dalam Administrasi

 Pengertian Penilaian (Evaluating)

Penilaian merupakan fungsi organik terakhir dalam administrasi. Dimana penilaian adalah proses pengukuran dan pembandingan hasil-hasil pekerjaan yang nyatanya dicapai dengan hasil-hasil yang seharusnya dicapai. (Sondang P. Siagian, 2003)

Dari devinisi di atas, dapat disimpulkan bahwa:

  • Penilaian merupakan fungsi organik karena pelaksanaan fungsi tersebut turut menentukan mati/hidupnya suatu perusahaan.
  • Penilaian merupakan suatu proses dimana penilaian adalah kegiatan yang terus-menerus dilakukan oleh administrasi.
  • Penilaian menunjukkan kesenjanagan antara hasil pelaksanaan yang sesungguhnya dicapai dengan hasil yang seharusnya dicapai.

Penilaian merupakan bagian penting dari suatu organisasi, karena berpengaruh terhadap manajemen pengembangan sumber daya manusia. Dubrin, et. al, (1996), mengatakan bahwa penilaian memiliki 2 (dua) kepentingan yaitu kepentingan bagi karyawan dan bagi organisasi. Bagi karyawan dapat memberikan umpan balik tentang kemampuan, kekurangan-kekurangan dan potensi-potensi yang ada, yang pada gilirannya nanti dapat dikembangkan untuk meningkatkan kinerja, sedang bagi organisasi sangat penting arti dan peranannya dalam pengambilan keputusan tentang berbagai hal, seperti identifikasi kebutuhan karyawan, promosi, pemberian imbalan, dan berbagai aspek lain.

Penilaian berarti proses monitoring kegiatan. Untuk menetapkan apakah satuan-satuan organisasi telah berjalan secara efektif dalam mencapai tujuan, jika belum tercapai dapat dilakukan perbaikan. Proses penilaian meliputi pengukuran, perbandingan dan perbaikan.

Hakikat Penilaian (Evaluating)

Administrasi merupakan sebuah proses yang permulaan proses itu kita ketahui sedangkan akhirnya tidak seorang pun yang mengetahuinya. Dengan kata lain, kalau kita berbicara mengenai proses, kita hanya mengetahui alpha-nya saja, tetapi kita tidak mengetahui omega-nya. Selain itu, proses dapat dilihat dari beberapa fase yang independent. Maksudnya adalah fase tersebut dapat dipandang sebagai suatu yang bulat dan berdiri sendiri, meskipun tidak terlepas dari fase sebelum dan sesudahnya.

Kebulatan suatu fase dapat dilihat dari segi berikut:

  • Jangka waktu tertentu, kapan fase itu diselesaikan. Jangka waktu yang bagaimanapun yang dipilih oleh suatu organisasi, yang jelas ialah harus terdapat korelasi antara satu jangka waktu yang lalu dengan jangka waktu sekarang dan yang akan datang.
  • Jumlah biaya yang digunakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan pada fase tertentu.
  • Jumlah tenaga yang dipakai untuk melakukan kegiatan-kegiatan pada fase tertentu.
  • Peralatan dan perlengkapan yang telah disisihkan untuk suatu kegiatan dalam fase tertentu.
  • Kombinasi dari keempat faktor di atas.

Penilaian kita lakukan pada satu fase yang bulat tersebut setelah fase itu selaesai dikerjakan. Dengan demikian, hakikat dari penilaian itu adalah sebagai berikut:

  • Penilaian ditujukkan pada satu fase dalam satu proses setelah fase itu seluruhnya selesai dikerjakan.
  • Penilaian bersifat korektif terhadap fase yang telah selesai dikerjakan tersebut. Nilai korektif itu sangat berguna untuk fase berikutnya. Jika ditemukan kelemahan-kelemahan pada fase yang baru saja dinilai, maka kelemahan tersebut tidak terulang kembali pada fase yang berikutnya.
  • Penilaian bersifat prescriptif atau mengobati. Setelah fase yang dinilai tersebut terdapat kelemahan-kelemahan yang dapat menyebabkan penyelewengan, penilaian berperan dalam memberikan penanggulangan terhadap kelemahan-kelemahan tersebut sehingga dalam fase yang berikutnya tidak terulang kembali.
  • Penilaian ditujukan pada fungsi-fungsi organik lainnya.

Sebagai tambahan, ada beberapa komponen dan unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam proses penilaian.

Komponen dan unsur-unsur penilaian seperti tabel berikut:

NO.

KOMPONEN

UNSUR

1.

Persiapan Kerja

  • Persiapan peralatan
  • Persiapan bahan
  • Persiapan tempat
  • dll

2.

Proses Kerja

  • Langkah kerja
  • Kecepatan kerja
  • Ketepatan kerja
  • dll

3.

Hasil Pekerjaan

  • Kebenaran konstruksi
  • Ketepatan ukuran
  • Fungsi produk
  • dll

4.

Sikap Kerja

  • Kedisiplinan
  • Tanggung jawab
  • Keselamatan kerja
  • dll

5.

Waktu Penyelesaian

  • Sesuai target
  • Melebihi target
  • Kurang dari target
  • dll

Hubungan Fungsi Penilaian dengan Fungsi Organik Lainnya

Seperti fungsi-fungsi lain dalam administrasi dan manajemen, penilaian pun dilakukan dalam dua tingkatan konsepsial. Konsep tersebut, yaitu:

  1. Administrative evaluating, yang dilakukan pada tingkat administrasi. Konsep ini bersifat menyeluruh dan mencakup semua tingkatan hierarki dan aspek kegiatan.
  2. Managerial evaluating, yang dilakukan pada tingkat manajemen terutama middle dan supervisory. Konsep ini tertuju pada hierarki yang bersifat departemental atau sektoral dan menyangkut kegiatan-kegiatan yang bersifat departemental dan sektoral pula.

For More Information, please click here

http://www.ziddu.com/download/15066714/PenilaiandalamAdministrasi.pdf.html

1 Comment (+add yours?)

  1. awi
    Jun 02, 2015 @ 22:42:22

    kurang lengkap, tapi sangat membantu thanks🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: